Nama Stephen Curry dan Under Armour selama ini dikenal sebagai salah satu kemitraan paling sukses dalam sejarah industri sepatu basket. Namun, kehadiran Curry 13 justru memunculkan kabar tak sedap. Model terbaru dari lini sepatu Curry ini disebut-sebut menjadi awal dari retaknya hubungan antara sang bintang NBA dan brand yang membesarkan namanya tersebut.
Isu ini langsung mengundang perhatian besar dari komunitas basket dunia dan pengamat industri olahraga.
Curry 13: Dari Antusiasme ke Kontroversi
Saat pertama kali diumumkan, Curry 13 disambut dengan ekspektasi tinggi. Seri ini digadang-gadang sebagai kelanjutan dari lini sepatu Curry yang terkenal ringan, responsif, dan cocok untuk gaya bermain cepat ala sang MVP.
Namun setelah dirilis, berbagai kritik bermunculan:
-
Desain dinilai kurang inovatif dibanding seri sebelumnya
-
Performa grip dan stabilitas dianggap menurun
-
Bantalan dinilai kurang nyaman untuk intensitas tinggi
-
Banyak pengguna mengeluhkan kualitas material
Ulasan negatif ini membuat Curry 13 menjadi seri paling kontroversial dalam sejarah lini Curry Brand.
Reaksi Steph Curry: Tidak Lagi Sejalan?
Steph Curry dikenal sangat detail dalam urusan perlengkapan bermain. Beberapa sumber internal menyebutkan bahwa Curry tidak sepenuhnya puas dengan hasil akhir Curry 13 yang dilepas ke pasar.
Beredar kabar bahwa sejumlah masukan teknis Curry tidak sepenuhnya diakomodasi dalam versi final produk. Hal ini memicu spekulasi bahwa hubungan antara Curry dan tim pengembang Under Armour mulai renggang.
Meski tidak ada pernyataan resmi yang menegaskan konflik terbuka, sinyal ketidaknyamanan terlihat dari minimnya promosi personal Curry terhadap Curry 13 dibanding seri-seri sebelumnya.
Under Armour dalam Tekanan
Bagi Under Armour, lini Curry adalah tulang punggung penjualan sepatu basket mereka. Ketika Curry 13 menerima respons pasar yang dingin, dampaknya terasa langsung pada:
-
Penurunan minat beli
-
Stok menumpuk di beberapa retailer
-
Diskon besar-besaran tak lama setelah rilis
Situasi ini memunculkan tekanan besar bagi Under Armour untuk melakukan evaluasi besar-besaran terhadap arah Curry Brand.
Apakah Keretakan Ini Serius?
Para analis industri menilai, jika hubungan ini tidak segera diperbaiki, maka Under Armour berpotensi kehilangan aset terbesarnya. Curry bukan sekadar endorser, tetapi ikon global yang membawa identitas brand.
Sebaliknya, Curry juga berada pada posisi strategis untuk mempertimbangkan arah baru dalam perjalanan bisnisnya jika visi kreatifnya tidak lagi sejalan dengan Under Armour.
Dampak ke Dunia Sneaker
Isu ini bukan hanya tentang satu sepatu, tetapi tentang kepercayaan. Keretakan ini dapat memengaruhi:
-
Kolektor sneaker
-
Komunitas basket streetwear
-
Reputasi Under Armour di pasar global
Banyak yang kini menanti apakah seri Curry berikutnya akan menjadi titik balik… atau justru menjadi perpisahan.
Kesimpulan
Curry 13 bukan sekadar sepatu basket—ia menjadi simbol awal perubahan besar dalam hubungan Steph Curry dan Under Armour. Jika tidak ada perbaikan signifikan, bukan tidak mungkin kita akan melihat era baru Curry Brand di masa depan.
